KORAN JOGJA
ePaper Kita yang OKE ( Optimis, Kreatif, Edukatif ). ePaper yang mengajak kita semua untuk Positive thinkinghttp://www.koranjogja.info. Koran yang mencerahkan jiwa raga kita. Koran Jogja adalah Korannya para Warga Yang Cinta Budaya dan Hidup Berbudaya. Terdepan dalam memberikan informasi yang berguna dan bermakna. Menghindari Bullying. Hamemayu Hayuning Yogyakarta
Daerah Istimewa Yogyakarta. Website : http://www.yogyakartaspecialregion.com
Minggu, 29 Agustus 2010
Sabtu, 14 Agustus 2010
= Wulan Dirgantoro
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
.jpg)
Presentasi – Diskusi Wulan Dirgantoro
STRATEGI ALTERNATIF MEMBACA ISU GENDER DALAM KARYA SENI RUPA
Hari/Tanggal: Jumat, 13 Agustus 2010
Waktu : 16.00 WIB
Tempat : Rumah Seni Cemeti
Jalan D.I. Panjaitan No.41 Yogyakarta 55143,
Indonesia
Tel/Fax: +62 274 371015
Presentasi : Wulan Dirgantoro
Moderator : Alia Swastika
Wulan Dirgantoro
= Diskusi Wulan Dirgantoro
August 10 at 2:49pm Reply
Presentasi – Diskusi Wulan Dirgantoro
STRATEGI ALTERNATIF MEMBACA ISU GENDER DALAM KARYA SENI RUPA
Hari/Tanggal: Jumat, 13 Agustus 2010
Waktu : 16.00 WIB
Tempat : Rumah Seni Cemeti
Jalan D.I. Panjaitan No.41 Yogyakarta 55143,
Indonesia
Tel/Fax: +62 274 371015
Presentasi : Wulan Dirgantoro
Moderator : Alia Swastika
Selama Bulan Juni – Agustus 2010 di IVAA (Indonesian Visual Art Archive) telah kedatangan seorang kurator-peneliti-scholar: Wulan Dirgantoro. Wulan sedang mengerjakan penelitian lapangan di Indonesia untuk tulisan disertasi doktoralnya di the School of Asian Languages and Studies, University of Tasmania, Australia. Disertasi Wulan banyak mengeksplorasi teori feminis sebagai kerangka analisisnya, terutama untuk melihat dunia seni rupa Indonesia. Kajian feminisme sendiri telah lama menjadi bidang studi yang dipelajari Wulan, misalnya tercermin dalam proyek kuratorial tahun 2007, Intimate Distance: Tracing Feminism in Indonesian contemporary art di Galeri Nasional, Jakarta, bersamaan dengan peluncuran Buku Indonesian Women Artists: The Curtain Opens.
Ngobrol IVAA kali ini akan mengetengahkan sebuah presentasi-diskusi terbuka bersama Wulan Dirgantoro untuk berbagi pengalaman. Ngobrol IVAA akan membagi pengalaman Wulan bertemu dengan seniman-seniman Yogyakarta, bertemu dengan para kurator, beberapa kolektor dan juga peneliti seni rupa. Melalui pengalaman tersebut Wulan akan memaparkan refleksinya mengenai kesulitan-kesulitan yang ditemuinya ketika membaca isu gender di dalam dunia seni rupa, khususnya dalam karya seni rupa. Berangkat dari pengalaman kesulitan tersebut, sesungguhnya Wulan akan menawarkan semacam kemungkinan-kemungkinan (alternatif) pembacaan terhadap karya-karya seni rupa. Sehingga, ngobrol IVAA kali ini akan sangat strategis untuk menginspirasi dan mengeksplorasi lebih lanjut mengenai strategi-strategi (baru) pembacaan fenomena sosial dari kerangka feminisme.
Untuk itu kami mengundang anda: aktivis, akademisi, guru, praktisi seni, pelajar/mahasiswa, dan siapapun juga... untuk hadir dalam acara Ngobrol IVAA: Presentasi – Diskusi Wulan Dirgantoro “Strategi Alternati Membaca Isu Gender dalam Karya Seni Rupa”.
Silakan datang, sambil merayakan buka puasa bersama. Terima kasih
Salam hangat,
Yoshi Fajar Kresno Murti
(mobile: 0812 15 78398, Kantor: 0274 372095)
STRATEGI ALTERNATIF MEMBACA ISU GENDER DALAM KARYA SENI RUPA
Hari/Tanggal: Jumat, 13 Agustus 2010
Waktu : 16.00 WIB
Tempat : Rumah Seni Cemeti
Jalan D.I. Panjaitan No.41 Yogyakarta 55143,
Indonesia
Tel/Fax: +62 274 371015
Presentasi : Wulan Dirgantoro
Moderator : Alia Swastika
Selama Bulan Juni – Agustus 2010 di IVAA (Indonesian Visual Art Archive) telah kedatangan seorang kurator-peneliti-scholar: Wulan Dirgantoro. Wulan sedang mengerjakan penelitian lapangan di Indonesia untuk tulisan disertasi doktoralnya di the School of Asian Languages and Studies, University of Tasmania, Australia. Disertasi Wulan banyak mengeksplorasi teori feminis sebagai kerangka analisisnya, terutama untuk melihat dunia seni rupa Indonesia. Kajian feminisme sendiri telah lama menjadi bidang studi yang dipelajari Wulan, misalnya tercermin dalam proyek kuratorial tahun 2007, Intimate Distance: Tracing Feminism in Indonesian contemporary art di Galeri Nasional, Jakarta, bersamaan dengan peluncuran Buku Indonesian Women Artists: The Curtain Opens.
Ngobrol IVAA kali ini akan mengetengahkan sebuah presentasi-diskusi terbuka bersama Wulan Dirgantoro untuk berbagi pengalaman. Ngobrol IVAA akan membagi pengalaman Wulan bertemu dengan seniman-seniman Yogyakarta, bertemu dengan para kurator, beberapa kolektor dan juga peneliti seni rupa. Melalui pengalaman tersebut Wulan akan memaparkan refleksinya mengenai kesulitan-kesulitan yang ditemuinya ketika membaca isu gender di dalam dunia seni rupa, khususnya dalam karya seni rupa. Berangkat dari pengalaman kesulitan tersebut, sesungguhnya Wulan akan menawarkan semacam kemungkinan-kemungkinan (alternatif) pembacaan terhadap karya-karya seni rupa. Sehingga, ngobrol IVAA kali ini akan sangat strategis untuk menginspirasi dan mengeksplorasi lebih lanjut mengenai strategi-strategi (baru) pembacaan fenomena sosial dari kerangka feminisme.
Untuk itu kami mengundang anda: aktivis, akademisi, guru, praktisi seni, pelajar/mahasiswa, dan siapapun juga... untuk hadir dalam acara Ngobrol IVAA: Presentasi – Diskusi Wulan Dirgantoro “Strategi Alternati Membaca Isu Gender dalam Karya Seni Rupa”.
Silakan datang, sambil merayakan buka puasa bersama. Terima kasih
Salam hangat,
Yoshi Fajar Kresno Murti
(mobile: 0812 15 78398, Kantor: 0274 372095)
Source :
FB Komunitas Seniman Jogja
>> Mailing Lists, Forum Diskusi Yahoo Yogyakarta Special Region
http://groups.yahoo.com/group/yogyakartaspecialregion/
>> Mailing List Forum Diskusi Google Yogyakarta Special Region
http://groups.google.com/group/yogyakartaspecialregion
Langganan:
Postingan (Atom)